BURUNG CENDET

BURUNG CENDET

http://www.hobiburung.com/wp-content/uploads/2012/01/burung-pentet.jpg

UMUM
Burung Cendet / Burung Pentet merupakan salah satu burung predator yang memiliki suara variasi isian yang sangat baik. Banyak Kicaumania yang menganggap perawatan burung jenis ini susah. Sebenarnya, seperti ditulis Om Irvan Sadewa di SmartMastering.Com, merawat burung ini sama mudahnya dengan merawat burung berkicau jenis lain. Burung Cendet adalah burung cerdas dari keluarga Turdidae.
Cendet termasuk burung favorit untuk para penghobi yang senang dengan burung yang bisa menirukan berbagai suara burung lain. Dulu sekitar awal 1990-an, seperti ditulis Anang Dewanto dan Maloedyyn Sitanggang di Merawat & Melatih Burung Kicauan, cendet merupakan burung yang belum banyak diminati. Bahkan harganya tidak lebih dari harga burung kutilang. Namun, dalam perkembangannya, orang mengetahui bahwa selain memiliki bentuk fisik yang indah, ternyata burung ini mempunyai suara yang menarik dan dapat memaster suara burung lainnya. Karena itu, berbondong-bondonglah orang berusaha mendapatkan burung ini dan mencari kualitas yang terbaik.
Tipe suara Cendet yang ngerol, cenderung mendominasi suara ocehan burung lainnya jika kita gantang di dalam rumah bersama-sama. Dibanding burung lain, Cendet yang bisa memiliki lagu variatif (tergantung pola pemasterannya) ini, memiliki warna suara yang merdu. Meski bisa sangat keras, tetapi tidak memekakkan telinga. Beda dengan warna suara burung-burung kicauan lainnya.
 http://www.fotografer.net/isi/galeri/foto.php?id=470504&s=1
HABITAT
Cendet juga memiliki nama lain, seperti bentet, pentet, dan toet (Jawa Barat) dan burung ini merupakan burung petengger dan pemangsa yang agresif dari Famili Laniidae. Famili Laniidae mencakup 74 spesies yang dibagi dalam 4 subfamili. Cendet yang umum termasuk dalam subfamili Laniinae dan Genus Lanius.
Jenis cendet sendiri bermacam-macam yang tersebar di beberapa wilayah di dunia. Salah satunya, adalah cendet abu-abu besar (L excubitor). Spesies ini memiliki ukuran tubuh terbesar dengan panjang sampai 25 cm. Cendet ini berkembang biak di Eropa, Asia, dan Amerika Utara.
Bersama dengan cendet hitam putih (L ludovicianus), burung – burung ini merupakan spesies yang biasa tinggal di dunia baru (Amerika). Jenis lainnya, cendet abu-abu kecil (L.minor) yang memiliki habitat di Eropa Selatan, Asia Tengah, dan Afrika bagian timur. selain itu, Cendet kepala merah (L senator) yang tinggal di Inggris bagian selatan, Eropa, Asia, dan Afrika. Ada pula jenis burung bentet yang memiliki bentuk serupa yang terdapat di India dan Asia Tenggara, yakni cendet cokelat (/.. christatus) yang banyak dilombakan di Indonesia dan cendet leher hitam (L colarris).
Burung ini memiliki habitat asli di hutan, terutama di pepohonan tinggi. Makanan yang disukainya adalah biji-bijian, serangga, dan buah. Sarang burung ini biasanya terbuat dari ranting, rumput, lumut, bunga-bungaan, wol, dan bulu yang diikat dengan menggunakan sarang laba-laba dan dikaitkan ke pohon atau semak-semak pada ketinggan 4—6 meter dari atas tanah. burung ini mampu menghasilkan telur sebanyak 3—6 butir per periode masa bertelur. Telur-telur ini akan menetas setelah dierami selama dua minggu.
Pada masa pengeraman, sebagian besar waktu induk betina dihabiskan untuk mengerami telurnya. Untuk mendapatkan makanan, induk jantan akan menyuapinya. Pada usia 2—3 minggu setelah menetas, biasanya anakan cendet telah mulai belajar terbang dan meninggalkan sarangnya.
http://4.bp.blogspot.com/-ytaRvfVLZ6w/T8XadiafUDI/AAAAAAAACOM/g6NrRnYobM4/s1600/burung+toet.jpg
KARAKTER DASAR BURUNG CENDET
  • Ganas apabila lapar. Burung ini akan berlaku agresif apabila lapar.
  • Petarung yang memiliki teritorial. Apabila mendengar suara burung lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
  • Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Cendet lain, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
  • Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
 CIRI JANTAN DAN BETINA
Untuk membedakan jenis kelamin burung cendet dapat dilakukan dengan cara mengamati bagian samping kiri dan kanan burung . Jika di bagian pipinya ada warna hitam yang mencolok sekali, menunjukkan bahwa cendet tersebut berkelamin jantan. Untuk betina, warna hitamnya terlihat semu. Dilihat dari bentuk kepalanya, cendet betina biasanya mempunyai kepala agak menggelembung. Sementara itu, jantannya memiliki bentuk kepala yang agak ceper mendatar. Untuk lebih pasti dapat dilihat di bagian supit burung. Burung cendet jantan mempunyai supit kecil panjang ditandai dengan motif bulu berupa garis tidak beraturan di bagian supitnya. Pada betina, bentuk supitnya besar dengan motif bulu garis teratur seperti kembang.
 
PROBLEM UTAMA CENDET

1. Gampang rontok bulu
Penyebabnya antara lain (1) Makanan mengandung lemak dan/atau kalori tinggi sehingga membuka pori-pori kulit; (2) Bulu belum kuat sudah banyak diadu/ditrek; (3) Selama masa mabung tidak mendapat asupan nutrisi yang baik, terutama mineral. Untuk masalah asupan mineral, bisa gunakan Bird Mineral selama masa mabung atau pasca mabung (ketika mulai terlihat tanda rontok padahal baru saja tuntas mabung).
2. Loncat-loncat.
Penyebabnya adalah kurang birahi atau bisa juga terlalu galak, serta adanya gangguan parasit, terutama air sac mite, yakni tungau kantung udara yang tidak kasat mata.
Untuk mempercepat birahi burung, bisa dilakukan terapi BirdShout. Jika burung terlalu galak, disemprot sprayer sedikit sebelum tanding; atau bisa juga diberi cacing.
Sementara untuk burung kutuan atau kena tungau, burung memang sepertinya tidak kutuan, tetapi sesungguhnya membawa tungau di kantung udaranya. Bisa diatasi dengan penyemnprotan Fresh Aves dibarengi pengolesan BirdFresh.
3. Tidak juga segera bunyi.
Biasanya disebabkan burung masih terlalu muda atau burung tidak fit.
Pastikan burung fit dengan menggunakan produk rawatan harian BirdVit.
4. Nyekukruk tidak semangat, biasanya dikarenakan cacingan.
Atasi dengan AscariStop.
5. Jika cendet suka salto baca artikelnya di sini.
Sumber : omkicau.com

BURUNG PARKIT

Tag

BURUNG PARKIT

 
Shaw, seorang penulis buku Zoologi of New Holland memberi nama burung parkit ini dengan sebutan Melopsittacus undulates. Melopsittacus berasal dari bahasa yunani, melos yang artinya nyanyian dan psittacua yang merupakan sebutan bagi kerabat burung betet. Sedangkan undulus dari bahasa latin yang berarti bercorak.
Corak bergelombang inilah yang mungkin berkaitan dengan warna bulu burung mungil dan lucu ini yang bermacam-macam.
Pada tahun 1831 salah satu museum di London, Linne Society memamerkan pajangan burung parkit yang mati, tetapi tampak seperti masih hidup di dalam salah satu ruangannya. Inilah yang akhirnya mengundangberbagai kalangan, terutama para ahli di bidang perburungan. Diantaranya adalah John Gould. Berawal dari sinilah sejarah parkit dibawa ke negeri Inggris.
Pada tahun 1850 perkembangan burung berparuh bengkok ini mulai sukses dibudidyakan dikebun binatang Antwerpens,Belgia. Karena kecantikan warna bulu burung eksotis ini beberapa negara eropa lainnya mulai ikutan mengimpor burung ini dalam jumlah yang besar. Akhirnya burung parkit sudah mulai dibudidayakan di mana-mana.
Warna kuning pada bulu burung parkit di hasilkan di Belgia pada tahun 1872 dan di Jerman pada tahun 1875 dengan warna yang sama. Berikutnya warna biru yang muncul pada tahun 1878. dan tahun 1917 warna putih menyusul hingga tahun 1940 puncak keragaman warna bulu burung parkit ini.
 
Penyebaran yang luas menyebabkan burung parkit ini mengalami banyak sebutan. Orang belanda menyebutnya Undulated grass parkeet. Kalau orang perancis memanggil dengan sebutan Perche Ondule. Sedangkan bangsa Jerman menggunakan nama Wellensittichberdasarkan Checklist of bird of the world yang disusun oleh Peters tahun 1937 klasifikasi burung ini data sebagai berikut :
  • Filum : Chordata
  • Anak filum : Vertebrata
  • Kelas : Aves
  • Bangsa : Psittaciformes
  • Suku : Psittacidae
  • Anak suku : Psittacinae
  • Marga : Melopsittacus
  • Jenis : Melopsittacus undulus
Burung parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat mudah menyesuaikan di dalam kandang penangkaran. Biasa di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan oktober – desember. Bila musim kawin sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Hingga pada saat saling ada kecocokan maka perkawinan akan segera berlangsung.
Berat telur burung parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya,bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.
Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka.
Setelah umur 30 hari barulah anak burung parkit mulai siap meninggalkan sarangnya untuk belajar terbang. Namun meski sudah mulai terbang,sang induk biasanya masih menyuapinya hingga umur 40 hari. Setelah umur tersebut biasanya persiapan untuk perkawinan untuk generasi yang baru akan dilakukan.
http://www.budgie-info.com/images/Melopsittacus_undulatus_flock.jpg
Anak parkit mulai matang kelaminnya untuk melakukan perkawinan setelah berumur 90 hari. Si jantan yang cukup umur akan segera memikat betinanya dengan siulan mautnya untuk menjadi pasangan yang akan mengembangbiakan keturunannya.
Perawatan burung jenis ini relatif mudah. Kandang yang diperlukan tidak begitu besar meskipun untuk pengembangbiakan sekalipun. Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah cukup untuk memulai penangkaran. Sedangkan untuk pajangan keindahan ukuran sangkar umum sudah memadahi.
Tetapi karena sifatnya yang suka berkoloni dan keragaman warna yang bervariasi ini maka tak salah kalau kita menyiapkan ukuran kandang yang agak besar. Disamping kita bisa tempatkan beberapa pasang. Keindahan warni-warni parkit yang satu dengan yang lain akan sangat jelas.
 
Berikut ini tips pemeliharaan burung parkit ini :
  • Usahakan memilih induk yang berbeda warna.
  • Perhatikan dalam membedakan Burung jantan dan betina
  • Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan
  • Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘Rumah pribadi’ yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
  • Persiapkan pula kandang cadangan untuk hasil perkembangbiakan apabila pasangan burung sudah mulai produksi.
  • Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih
  • Buang makanan yang mulai busuk karena kelebihan dalam pemberian pakan terutama sayuran seperti tauge,jagung atau yang lainnya
  • Makanan utama burung ini adalah millet yang mudah didapatkan di kios-kios penjual makanan burung.
 
Karena relatif gampang makanannya dan cepat berkembangbiaknya satwa ini maka tidak hanya pelaku bisnis ternak burung tetapi juga banyak hobiis yang gandrung dengan burung ini terutama anak-anak. Untuk itu, bagaimana juga kebersihan pemiliknya setelah melakukan perawatan burung cantik ini jangan lupa juga membersihkan tangan terutama pada anak-anak. Konon hampir semua jenis burung paruh bengkok berpotensi masalah asma terlebih pada anak-anak. Tapi itu tidak pada semua anak-anak tentunya.
Sumber : budidayanews.blogspot.com

BURUNG BETET

Tag

,

 SEPUTAR BURUNG PARUH BENGKOK

 
 
C. Kelompok Betet
 
Betet mempunyai bentuk lidah dan cara makan yang serupa dengan kakatua. Bentuk dan struktur lidah betet tidak sekuat dan sekokoh lidah kakatua, tetapi lebih kuat dibanding nuri. Selain itu, yang membedakan kelompok betet dengan kakatua adalah tidak adanya bulu jambul yang dapat ditegakkan di kepalanya.
 
Warna bulunya tidak sekaya nuri, tetapi umumnya terbatas pada warna hijau dan merrah saja. Penyebaran anak kelompok betet ini adalah yang terluas di antara bangsa paruh bengkok.
 
Anggota kelompok ini dapat dijumpai di Afrika, Asia, Amerika Selatan, Australia, dan sekitar Kepulauan Pasifik. Beberapa jenis burung anggota kelompok betet di antaranya nuri bayan, betet-kelapa punggung-biru, serindit paruh-merah, dan serindit sangihe.
 

 

1. Nuri Bayan atau Bayan (Eclectus Roratus)
 
 
 
Jenis kelamin nuri bayan dibedakan berdasarkan warna pada bulu tubuhnya.
 
   a. Deskripsi
 
Burung ini berukuran 35 cm. Terdapat perbedaan morfologi yang mencolok antara burung jantan dan betina. Pada burung jantan, warna dominannya hijau dengan sedikit bercak merah pada bagian sayap sebelah dalam. Sementara pada burung betina warna utamanya merah dengan atau tanpa bercak ungu pada bagian dada serta kuning pada bagian ujung ekornya.
 
   b. Anak jenis
 
Nuri bayan mempunyai 7 anak jenis yang 2 anak jenis di anlaranya tidak terdapat di wilayah Indonesia. Dua anak jenis yang tidak terdapat di Indonesia, yaitu nuri bayan Australia (£. r. magillivrayi) yang terdapat di Semenanjung York, Australia dan nuri bayan solomon (E. r. solomonensis) yang terdapat di P. Solomon.
 
Sementara 5 anak jenis yang terdapat di Indonesia, yaitu nuri bayan maluku selatan (E. r, roratus), nuri bayan maluku utara (E. r. vosmaeri), nuri bayan sumba (E. r. cornelia), nuri bayan tanimbar (E. r. ricdeli), dan nuri bayan papua (E. r. polychloros).
 
Ke-5 anak jenis ini dapat dibedakan berdasarkan warna pada burung betina.
  1. Nuri Bayan Maluku Selatan. Pada betina ditandai dengan warna ungu yang menutup seluruh bagian dada dan perutnya. Sementara pada burung jantan terdapat bercak merah pada bagian dada, hitam pada ekor bagian dalam, dan kuning muda pada ujung ekor bagian dalam. Anak jenis ini terdapat di daerah Kepulauan Maluku bagian selatan, yakni di P. Buru, Seram, Ambon, Saparua, dan Haruku.
  2. Nuri Bayan Maluku Utara. Burung betina hampir mirip dengan nuri bayan maluku selatan (E. r. roratus), tetapi warna kuning selain pada ujung ekor bagian dalam juga terdapat pada tunggir. Anak jenis ini terdapat di daerah Maluku Utara.
  3. Nuri Bayan Sumba. Burung betina mirip dengan nuri bayan maluku selatan (E. r. roratus), tetapi tidak dijumpai kalung ungu di daerah dada dan perutnya. Pada burang jantan disertai dengan warna merah. Penyebaran anak jenis ini hanya terdapat di P. Sumba.
  4. Nuri Bayan Tanimbar. Burung betina mirip dengan nuri bayan sumba (E. r. riecfe/i), tetapi warna kuning selain pada ujung ekor bagian dalam juga terdapat pada tunggirnya. Selain itu, pada bagian punggungnya berwarna kelabu. Penyebaran anak jenis ini hanya terdapat di P. Tanimbar.
  5. Nuri Bayan Papua. Burung betina mirip dengan nuri bayan maluku selatan (E .r. roratus), tetapi tanpa warna kuning di ujung ekornya. Pada malanya terdapat lingkaran berwarna biru. Anak jenis ini terdapat di Pulau Papua (Papua dan Papua Nugini).
 
   c. Status populasi
 
Populasi nuri bayan di dunia diperkirakan di atas 300.000 ekor. Di alam, habitat burung ini cukup beragam dari hutan sampai daerah Niivana, mangrove, perkebunan kelapa, dan hutan kayu putih di ketinggian sampai 1.900 m dpl. Namun, paling umum dijumpai di hutan dataran rendah, pesisir, dan perkebunan. Nuri bayan dijumpai hidup sendiri, berpasangan, atau dalam kelompok kecil.
 
Nuri bayan mulai dilindungi sejak tahun 1972 melalui SK Menteri Pertanian No.327/Kpts/Um/7/1972, dan dipertegas lagi dengan Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999. Sementara anakjenis yang cukup kritis populasinya adalah nuri bayan sumba.
 
2. Serindit Paruh-Merah atau Serindit Sulawesi (Loriculus Exilis)
 
 
 
Jenis burung ini termasuk burung yang mungil karena hanya berukuran sekitar 10 cm.
 
   a. Deskripsi dan penyebaran
 
Jenis nuri ini berukuran kecil sekitar 10 cm. Kebiasaan yang menarik dari burang ini adalah selalu beristirahat dengan bergantungan pada kawat atau ranting pohon, dengan posisi kaki di atas dan kepala di bawah. Warna dominan adalah hijau dengan punggung berwarna merah.
 
Pada jantan, daerah tenggorokan berwarna merah. Sementara pada betina, warna merah ini akan mengecil atau hilang sama sekali. Paruhnya merah. Mahkota hijau. Penyebaran burung ini hanya terdapat di P. Sulawesi. b. Status populasi Di alam populasinya diperkirakan lebih dari 10.000 ekor, yang menghuni daerah hutan, hutan bakau pesisir, sekitar kampung dan daerah terbuka. Burang ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl.
 
Jenis ini dilindungi berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 757/Kpts/Um/12/1979, dan dipertegas lagi dengan Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999.
  
3. Serindit Sangihe (Loriculus Catamene)
 
 
 
 
Serindit sangihe merapakan burung endemik di P. Sangir yang terletak di sebelah utara Sulawesi.
 
   a. Deskripsi dan penyebaran
 
Serindit sangihe berukuran kecil (13,5 cm). Tubuh didominasi warna hijau. Mahkota dan tenggorok bewarna merah. Paruhnya hitam dan iris putili kekuningan. Burung ini endemik di P. Sangir, di utara Sulawesi.
 
   b Status populasi
 
Burung ini sudah sangat jarang dijumpai semenjak vegetasi di habitatnya diubah jadi perkebunan kelapa. Tercatat populasi terbesar yang pernah dijumpai sebanyak 17 ekor burung pada tahun 1985). Burung ini dilindungiberdasarkan Peraturan Pemerintah RI No, 7 Talum 1999.
 
4. Betet-kelapa punggung- biru dan kastura sulawesi (Tanygnathus sumatranus).
 
 
  
 a. Diskripsi dan penyebaran
  
Tubuh didominasi warna hijau; bagian bawah dan mantel berwarna hijau kekuningan pada jantan, dan hijau tua pada betina serta biru muda pada tepi bulu sayap; punggung dan daerah pinggang berwarna biru; ujung ekor berwarna hijau kekuningan pada burung jantan, paruh berwarna merah, dan betina berwarna putih krem. Iris kuning muda. Panjang tubuh sekitar 32 cm.
 
Penyebaran burung ini terdapat di P. Sulawesi dan sekitarnya.
 
   b. Anakjenis : Betet-kelapa punggung-biru mempunyai 4 anak jenis sebagai berikut.
  1. Tanygnathus sumatranus sumatranus (mulleri mulleri) yang tersebar di daerah Sulawesi dan sekitarnya.
  2. T. s. sangirensis ditandai dari pangkal sayap dan penutup kecil berwarna lebih biru, kepala lebih hijau gelap daripada badan, dan iris berwarna kuning. Penyebaran meliputi P. Sangir dan Karakelong.
  3. T. s. burbidgii dicirikan dari warna bulu hijau lebih tua, daerah sekitar leher lebih terang; dan iris berwarna kuning. Penyebarannya meliputi Kepulauan Sulu.
  4. T. s. everetti, T. s. duponti, dan T. s.freeri ditandai dengan iris berwarna merah. Burung ini tersebar di wilayah Filipina.
   c. Status populasi
 
Habitatnya berapa hutan dataran rendah, pinggiran hutan, perkebunan, dan persawahan sampai di ketinggian 800 m dpl. Kastura sulawesi hidup berpasangan atau kelompok kecil. Sering kali burung ini merupakan hama yang menyerang perkebunan jagung. Perilakunya aktif di waktu malam. Populasi di seluruh dunia tercatat sekitar 50.000 ekor.
 
Akibat tekanan lingkungan maka jenis ini dilindungi sejak tahun 1979 melalui SK Mentan No. 757/Kpts/Um/i2/i979, dan dipertegas lagi dengan Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999.

Sumber : Perawatan dan Penangkaran Burung Paruh Bengkok yang Dilindungi, karya Widyabrata Prahara, penerbit Penebar Swadaya.
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.